Last Edition:
December 8, 2009

Published: December 7, 2009 Updated: 12/07/09 11:12 AM

Golongan KAYA berobat ke negara tetangga

Padang (ANTARA News) - Ketua Dewan Penasehat Persatuan Pemilik Rumah Sakit Swasta Nasional (Persana), Dr. Rizal Sini menyatakan orang kaya Indonesia banyak yang memilih berobat ke Singapura dan Malaysia.

Hal itu disampaikan pemilik RSU Bunda Margonda dan RSU BMC Padang, Rizal Sini pada Workshop Tiga Pilar UU terkait Kegiatan RS dan Berbagi Pengalaman Rumah Sakit Dalam Menghadapi Bencana digelar Persatuan Pemilik Rumah Sakit Swasta Nasional (Persana) di Padang, Senin.

Rizal mencontohkan, keponakannya pensiunan pagawai BI yang mendapatkan penyakit liver sehingga dilarikan ke rumah sakit di Singapura.

"Padahal, kondisi penyakit liver yang dideritanya dalam tiga bulan tidak akan mampu bertahan, artinya sulit akan terselamatkan nyawa tetapi tetap berobat ke negara tetangga.Biayanya Rp7 miliar dan sebesar 50 persennya ditanggung BI.Berapa uang negeri ini habis, andaikan saja dua orang tiap satu hari berobat ke luar negeri," kata pemilik Bunda Internasional Clinic itu.

Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Depkes RI, Dr, Aminullah dalam kesempatan itu menyarankan masyarakat agar memberi kepercayaan kepada Rumah Sakit (RS) di Indonesia untuk berobat.

"Pelayanannya tidak jauh berbeda dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.Selama ini persepsi masyarakat bahwa pelayanan kesehatan RS dalam negeri masih tergolong kurang dibandingkan dengan negara tetangga itu," kata Aminullah.

Mengenai berapa persentase warga Indonesia yang berobat ke luar negeri (Malaysia-Singapura), Aminulla mengatakan tidak tahu karena belum ada survei tentang itu.

Dia mengemukakan, dari laporan RS negara tetangga, mereka mendapatkan pemasukan uang sebesar 400 dollar AS dari masyarakat Indonesia yang berobat.(*)

— Advertisement —

Advertisement