Forkot, Banda Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), menghadirkan 3 orang narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada pelaksanaaan Workshop Penguatan Tim Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) Aceh di Hotel Oasis dari tanggal 28-31 Mei 2024.
Workshop Jitupasna Aceh yang dilaksanakan oleh BPBA dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, SP, MA.
Adapun narasumber dari BNPB, antara lain, dua orang narasumber ditugaskan untuk mendampingi secara langsung pelaksanaan workshop jitupasna aceh diantaranya Kepala Subdirektorat Perencanaan Pendanaan Direktorat Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Priska Saragih, SKM, M.KM dan Eddy Prayitno, SE, Analis Kebencanaan Ahli Muda dari KEdeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB.
Kedua narasumber dari BNPB tesebut disamping memberikan materi atau pemahaman secara teori juga mendampingi langsung 40 orang peserta workshop jitupasna aceh yang dilaksanakan oleh BPBA.
Kegiatan workshop jitupasna oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh, selama dua hari terakhir, peserta telah mendapatkan materi teori dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh maupun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana termasuk materi secara daring yang disampaikan oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB.
Priska lebih lanjut menjelaskan, salah seorang narasumber dari BNPB pada kegiatan jitupasna aceh adalah Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Jarwansah, S.Pd, M.AP, MM yang menyampaikan materi penyenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana itu terdapat identifikasi pendanaan dari mana saja baik dari pemerintah daerah, pusat, NGO, maupun masyarakat itu sendiri, jadi memang untuk penanganan pasca bencana bukan hanya ranahnya pemerintah saja tapi semua pihak terlibat.
“Jadi workshop itu harus ada implimintasinya di lapangan supaya lebih cepat menangkap dan mempraktekan ilmu yang telah diperoleh melalui materi secara teori,” terang Priska
Narasumber lain dari BNPB, Eddy Prayitno, SE yang mendampingi, Kepala Subdirektorat Perencanaan Pendanaan Direktorat Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Priska Saragih, SKM, M.KM saat dijumpai di lokasi workshop menjelasakan materi yang diberikan dari BNPB terkait Jitupasna, dalam jitupasna itukan terdapat 5 sektor yaitu sektor permukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor.
Jadi dua hari sebelumnya dilakukan pembelakan secara teori dan hari ini praktek lapangan supaya para peserta dapat memahami karena ini akan menjadi dasar dalampenyusunan dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Karena dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, wajib disusun oleh Pemerintah Daerah ketika wilayahnya terjadi bencana supaya ketahuan apa saja yang rusak dan strategi apa agar pemulihannya cepat.
Peserta yang hadir pada workshop jitupasna aceh kali ini tidak hanya diikuti oleh peserta yang telah berpengalaman di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi, juga terdapat terdapat peserta baru di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi sehingga dalam dua hari terakhir banyak pertanyaan dari peserta saat narasumber dari BPBA maupun BNPB menyampaikan materi masing-masing.
Worshop Jitupasna Aceh yang dilaksanakan oleh BPBA di Hotel Oasis Banda Aceh ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBA, Said Asim, SE mewakili Plt. Kepala Pelaksana BPBA.{**}
Sumber : Rizki Maulizar