• Latest
Menyoal Alih Fungsi Hutan Lindung di Banten: Perspektif Regulasi dan Kebijakan Publik

Menyoal Alih Fungsi Hutan Lindung di Banten: Perspektif Regulasi dan Kebijakan Publik

Februari 26, 2025
IWOI Pandeglang Himbau Masyarakat Tidak Terpancing Hoax Menyikapi Erupsi Anak Krakatau

IWOI Pandeglang Himbau Masyarakat Tidak Terpancing Hoax Menyikapi Erupsi Anak Krakatau

September 6, 2026
Rehab Gedung PGRI di Pandeglang Jadi Sorotan, Prioritas Dana Hibah APBD Dipertanyakan

Rehab Gedung PGRI di Pandeglang Jadi Sorotan, Prioritas Dana Hibah APBD Dipertanyakan

September 2, 2026
Telan Anggaran Rp 3,69 Miliar, Proyek Rehab Alun Alun Pandeglang Terindikasi Praktik KKN

Telan Anggaran Rp 3,69 Miliar, Proyek Rehab Alun Alun Pandeglang Terindikasi Praktik KKN

Agustus 30, 2026
Dituding Curi Sertifikat, Ibu di Pandeglang Laporkan Anak ke Polisi

Dituding Curi Sertifikat, Ibu di Pandeglang Laporkan Anak ke Polisi

Agustus 22, 2026
Pemuda Pancasila di Pandeglang Akan Laporkan Dugaan Pungli PTSL ke Kejaksaan

Pemuda Pancasila di Pandeglang Akan Laporkan Dugaan Pungli PTSL ke Kejaksaan

Agustus 21, 2026
Disdikpora kabupaten Pandeglang Mengucapkan HUT RI ke 81

Disdikpora kabupaten Pandeglang Mengucapkan HUT RI ke 81

Agustus 17, 2026
Dinkes Pandeglang Periksa Kesehatan Ratusan Warga Binaan di Rutan Kelas IIB

Dinkes Pandeglang Periksa Kesehatan Ratusan Warga Binaan di Rutan Kelas IIB

Agustus 14, 2026
Viral, Warga Pandeglang Bawa Jenazah Pakai Motor Lewati Jalan Rusak

Viral, Warga Pandeglang Bawa Jenazah Pakai Motor Lewati Jalan Rusak

Agustus 4, 2026
Dicari, Orang Hilang !

Dicari, Orang Hilang !

Agustus 3, 2026
Linmas di Pandeglang Divonis 5 Bulan Penjara dalam Kasus Dugaan Pengeroyokan

Linmas di Pandeglang Divonis 5 Bulan Penjara dalam Kasus Dugaan Pengeroyokan

Juli 28, 2026
Ratusan Hektare Sawah di Pandeglang Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang

Ratusan Hektare Sawah di Pandeglang Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang

Juli 26, 2026
  • Home
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnaistik
  • Pedoman MediaSiber
  • Kontak Iklan
Kamis, September 10, 2026
FORKOT
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Viral
  • Opini
  • News
  • Daerah
  • Viral
  • Opini
No Result
View All Result
FORKOT
Home Artikel

Menyoal Alih Fungsi Hutan Lindung di Banten: Perspektif Regulasi dan Kebijakan Publik

Ahmad Muchtarom by Ahmad Muchtarom
Februari 26, 2025
in Artikel, Daerah, News, Opini
Menyoal Alih Fungsi Hutan Lindung di Banten: Perspektif Regulasi dan Kebijakan Publik

Forkot, Opini – Dalam beberapa waktu terakhir, isu alih fungsi hutan lindung seluas 1.600 hektare di Kabupaten Tangerang kembali mencuat setelah adanya laporan terhadap mantan Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Tuduhan yang diarahkan kepadanya berkenaan dengan dugaan konflik kepentingan dalam pengajuan alih fungsi hutan guna kepentingan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Tropical Coastland. Namun, sebelum menjustifikasi tindakan Al Muktabar sebagai penyalahgunaan wewenang, penting untuk memahami aspek legalitas dan kebijakan yang melandasi tindakan tersebut.

 

1. Kedudukan Kewenangan Pemerintah Daerah dalam Tata Kelola Kehutanan

 

Dalam kerangka hukum, Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengatur bahwa kewenangan pengelolaan kawasan hutan dan lingkungan hidup berada pada pemerintah pusat. Pasal 14 ayat (1) huruf l secara tegas menyatakan bahwa urusan kehutanan, kecuali yang telah didelegasikan kepada daerah, merupakan kewenangan pemerintah pusat. Ini berarti, segala keputusan terkait alih fungsi hutan harus memperoleh persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bukan semata-mata merupakan keputusan individu kepala daerah, termasuk Pj Gubernur Banten.

 

Lebih lanjut, Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 mengamanatkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dengan demikian, setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh seorang pejabat publik harus berorientasi pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

 

2. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan

 

PP No. 23 Tahun 2021 mengatur tentang perubahan status dan fungsi kawasan hutan. Pasal 51 menyebutkan bahwa perubahan status kawasan hutan dapat dilakukan untuk kepentingan pembangunan yang memiliki nilai strategis nasional, dengan mempertimbangkan aspek ekologis, sosial, dan ekonomi.

Baca Juga  Pentingnya Pendidikan Dalam Membangun Masa Depan Banten

 

Selain itu, dalam Pasal 54 dijelaskan bahwa perubahan fungsi kawasan hutan hanya dapat dilakukan setelah adanya kajian mendalam dan usulan dari instansi berwenang yang kemudian diajukan kepada Menteri KLHK. Dalam konteks ini, Al Muktabar, selaku Pj Gubernur Banten pada saat itu, tidak memiliki kewenangan mutlak untuk memutuskan alih fungsi hutan. Perannya hanya sebatas mengusulkan kepada KLHK berdasarkan kajian teknis yang disusun oleh tim ahli. Sehingga, tuduhan bahwa ia bertindak secara sepihak tanpa landasan hukum menjadi tidak relevan.

 

3. Proyek Strategis Nasional sebagai Faktor Pertimbangan

 

Sebagai salah satu proyek yang masuk dalam daftar PSN, PIK 2 Tropical Coastland berperan dalam meningkatkan perekonomian daerah dan nasional. Dalam Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, disebutkan bahwa setiap PSN harus didukung oleh pemerintah pusat dan daerah. Oleh karena itu, pengajuan perubahan fungsi hutan lindung menjadi kawasan produksi harus dipahami dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan serta kepentingan investasi nasional.

 

Dalam hal ini, Al Muktabar tidak serta-merta mengusulkan alih fungsi hutan tanpa dasar. Ada mekanisme panjang yang harus dilalui, termasuk kajian akademik dan persetujuan dari berbagai lembaga terkait. Jika ada kekurangan dalam prosedural administratif, hal tersebut seharusnya diselesaikan dalam ranah hukum administrasi, bukan dengan tuduhan korupsi yang prematur.

 

4. Kesimpulan

 

Berdasarkan analisis regulasi yang telah dipaparkan, tidak ada indikasi bahwa Al Muktabar melakukan penyalahgunaan wewenang dalam usulan alih fungsi hutan di Banten. Dalam konteks hukum administrasi, pengusulan suatu kebijakan yang berkaitan dengan tata kelola lingkungan harus dipahami dalam koridor prosedural dan wewenang yang berlaku.

 

Baca Juga  Empat Srikandi Cantik dari Tanah Jawara Siap Meramaikan Kontestasi Pilgub Banten 2024

Jika ada keberatan terhadap kebijakan ini, langkah yang lebih bijak adalah melakukan audit administratif atau uji materi terhadap keputusan yang diambil, bukan dengan serta-merta mengkriminalisasi pejabat yang menjalankan tugasnya sesuai regulasi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih akademis dan objektif dalam menyikapi isu ini demi kepastian hukum dan pembangunan yang berkeadilan di Banten

 

Oleh: Dr.Budi Ilham. (Akademisi dan Pemerhati kebijakan Publik)

Views: 1,481
Tags: OPINI
Previous Post

MK Batalkan Kemenangan Aries Sandi pada Sengketa Pilkada Pesawaran 2024

Next Post

Sambut Bulan Ramadhan, Siswa Attaufiqiyah Baros Gelar Bakti Sosial

Ahmad Muchtarom

Ahmad Muchtarom

Next Post
Sambut Bulan Ramadhan, Siswa Attaufiqiyah Baros Gelar Bakti Sosial

Sambut Bulan Ramadhan, Siswa Attaufiqiyah Baros Gelar Bakti Sosial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FORKOT

PT AYOM MEDIA GROUP Pandeglang, Banten, Indonesia Copyright www.forkot.com ©2023

Halaman

  • Home
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnaistik
  • Pedoman MediaSiber
  • Kontak Iklan

Ikuti Kami :

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Banten
    • Aceh
    • Lampung
  • Viral
  • Artikel
  • Opini
  • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Media Siber

PT AYOM MEDIA GROUP Pandeglang, Banten, Indonesia Copyright www.forkot.com ©2023