
Forkot, Pandeglang – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mengingatkan masyarakat agar mulai mengantisipasi potensi kekeringan. Dari hasil pemetaan yang dilakukan BPBD melalui Kajian Risiko Bencana (KRB), sebanyak 20 kecamatan dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap krisis air bersih apabila kemarau berlangsung lebih lama.
Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengatakan wilayah yang masuk kategori rawan tersebar di sekitar 150 desa. Beberapa kecamatan yang dipetakan berpotensi terdampak di antaranya Karangtanjung, Angsana, Sindangresmi, Sumur, Labuan, Menes, Mandalawangi, Cadasari, Carita, Cikeusik, Cimanggu, Pagelaran, Patia, Saketi hingga Sukaresmi. Sementara kecamatan lainnya masih berada pada tingkat kerawanan sedang berdasarkan hasil kajian yang dimiliki BPBD.
Menurut Riza, dampak musim kemarau mulai terlihat di sejumlah daerah. Saat ini, tiga kecamatan, yakni Karangtanjung, Angsana, dan Sindangresmi, telah mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Sebagai langkah awal penanganan, BPBD menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD juga masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah warga yang berpotensi terdampak apabila kondisi kemarau terus berlanjut. Pendataan tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan dan distribusi bantuan ke wilayah yang membutuhkan.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan menjaga sumber air yang masih tersedia. Warga diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau petugas BPBD jika mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih sehingga bantuan dapat segera disalurkan.
Di samping ancaman kekeringan, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran lahan maupun permukiman. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta rutin memeriksa instalasi listrik dan peralatan rumah tangga yang berpotensi memicu kebakaran. BPBD berharap langkah pencegahan tersebut dapat mengurangi risiko bencana selama musim kemarau di Kabupaten Pandeglang. (Red)













