Forkot, Lampung — Fenomena hujan es menggemparkan sejumlah wilayah di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, pada Minggu sore, 1 November 2026, sekitar pukul 15.21 WIB. Butiran es sebesar kelereng turun bersamaan dengan hujan deras, angin kencang, dan petir selama kurang lebih 10 hingga 15 menit. Warga terkejut melihat butiran es berjatuhan di halaman dan jalanan, bahkan banyak yang keluar rumah untuk menyaksikan kejadian tersebut.
Enam wilayah terdampak, yaitu Pekon Watas, Gunungsugih, Padang Dalom, Padang Hanakau, Kelurahan Waymengaku, serta Kelurahan Pasar Liwa. Demikian dikemukakan oleh Komandan Kodim 0422/Lampung Barat, Letnan Kolonel Inf Rizky Kurniawan.
BMKG Jelaskan Pemicunya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab terjadinya hujan es tersebut. Menurut Forecaster on Duty BMKG Lampung, Iqbal Arief Pangestu, peristiwa ini muncul akibat tumbuhnya awan Cumulonimbus secara sangat kuat.
“Awan Cumulonimbus memiliki arus udara naik yang kuat sehingga membawa butiran air ke lapisan atmosfer yang suhunya di bawah titik beku. Butiran air itu kemudian membeku dan jatuh ke bumi sebagai hujan es,” ujar Iqbal, Senin (2/11).
Ia menambahkan, hujan es terjadi karena kondisi udara yang tidak stabil. Ketersediaan uap air yang cukup serta letak wilayah yang berbukit-bukit turut mendukung pertumbuhan awan hujan yang begitu kuat.
Warga Diminta Tetap Waspada
Hujan es ini termasuk fenomena alam yang jarang terjadi di wilayah tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat dan mendadak. BMKG mengingatkan jika cuaca terlihat gelap, angin menguat, dan suhu menurun secara tiba-tiba, sebaiknya segera mencari tempat berlindung. (Red)

























