Mengapa generasi muda masih kesulitan mendapatkan pekerjaan di tengah perkembangan zaman?
Pandangan
Pengangguran di kalangan anak muda masih menjadi persoalan penting dalam ketenagakerjaan Indonesia. Pendidikan dan perkembangan teknologi membuka banyak peluang, tetapi tidak otomatis membuat setiap lulusan langsung memperoleh pekerjaan. Sebagian pencari kerja muda masih menghadapi persaingan ketat, keterbatasan pengalaman, dan ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki dengan kebutuhan perusahaan. Persoalan ini perlu dilihat sebagai tantangan bersama. Anak muda perlu mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, sementara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha perlu membangun hubungan yang lebih kuat agar pelatihan dan pendidikan sejalan dengan kebutuhan pasar kerja.
Apa Kata Data?
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia sebesar 4,85 persen. Pada periode yang sama, jumlah pengangguran tercatat sekitar 7,46 juta orang. Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, TPT kelompok usia 15–24 tahun mencapai 16,89 persen. Angka ini lebih tinggi daripada TPT nasional. Perlu dipahami bahwa persentase tersebut dihitung dari angkatan kerja usia 15–24 tahun,bukan dari seluruh penduduk muda. Jadi, angka ini bukan berarti 16,89 persen dari semua anak muda Indonesia menganggur.
Mengapa Anak Muda Sulit Mendapatkan Pekerjaan?
Salah satu hambatan yang sering ditemui pencari kerja muda adalah pengalaman. Sejumlah lowongan meminta pengalaman kerja, sedangkan lulusan baru sedang mencari kesempatan pertama untuk membuktikan kemampuannya. Di sisi lain, kebutuhan keterampilan terus berubah seiring penggunaan teknologi dan perubahan cara perusahaan bekerja. Persoalan lainnya adalah ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan lapangan kerja. Karena itu, pendidikan dan pelatihan perlu memberi ruang lebih besar untuk praktik, magang yang berkualitas, literasi digital, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Peran Pemerintah dan Dunia Usaha
Pemerintah dapat memperluas akses pelatihan berbasis kebutuhan daerah dan sektor kerja, memperkuat layanan informasi lowongan, serta memastikan program pemagangan memberi pengalaman yang layak dan perlindungan bagi peserta. Pemerintah daerah juga dapat memetakan sektor yang berpotensi menyerap tenaga kerja setempat. Dunia usaha perlu dilibatkan dalam penyusunan kurikulum, pelatihan, dan program magang agar keterampilan yang dipelajari relevan. Dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah juga dapat membantu membuka kesempatan kerja, sepanjang dibarengi akses pembiayaan dan pendampingan.
Apa yang Bisa Dipersiapkan Generasi Muda?
Generasi muda dapat mulai membangun keterampilan secara bertahap, membuat portofolio, mengikuti pelatihan yang sesuai minat, serta mencari pengalaman melalui kegiatan organisasi, proyek, atau magang yang aman dan layak. Namun, upaya individu ini harus didukung oleh tersedianya kesempatan yang adil dan informasi yang mudah diakses.
Penutup
Pengangguran anak muda bukan semata-mata persoalan kurangnya usaha individu. Ada faktor kesempatan kerja, kualitas pelatihan, kebutuhan industri, dan kondisi ekonomi yang ikut memengaruhinya. Oleh karena itu, penyelesaiannya membutuhkan kerja sama pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat. Anak muda membutuhkan lebih dari sekadar dorongan untuk terus berusaha. Mereka juga membutuhkan akses pelatihan yang relevan, pengalaman pertama yang layak, dan kesempatan kerja yang terbuka. Memberikan ruang bagi generasi muda untuk bekerja dan berkembang berarti ikut menyiapkan masa depan bangsa.
Sumber Data
Badan Pusat Statistik. (5 November 2025). Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2025.
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/11/05/2479/keadaan-ketenagakerjaan-.html Badan Pusat Statistik. (19 Desember 2025). Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia Agustus 2025.
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/19/42a75ee61332755586fdfcdd/keadaan-angkatan-kerja-di-indonesia-agustus-2025.html Penulis: Arsiti NIM: 251092100164.
Opini : Arsiti
Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Pamulang Kampus Serang S-1

























