Forkot, Pesawaran — Warga dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Penemuan ini terjadi pada Rabu 28 Oktober kemarin.
Dilansir dari Kumparan News Kerangka tersebut ditemukan oleh dua warga, yaitu M. Ihsani (52) dan Didi Hapana (42), yang sedang mencari madu hutan di wilayah Register 19, Dusun Umbul Solo Sinar Baru, Desa Padang Ratu, Kecamatan Gedong Tataan. Awalnya mereka mengira tulang yang terlihat itu adalah sisa hewan. Namun setelah diperiksa lebih dekat, ternyata ada tengkorak yang dipastikan milik manusia.
Di sekitar tempat penemuan, warga juga menjumpai sepotong kaus lengan panjang berwarna hijau tua dengan lambang tunas kelapa — tanda yang dikenal sebagai lambang Gerakan Pramuka.
Kerangka itu terbaring di bawah batu tebing, di kawasan hutan pegunungan yang tingginya sekitar 1.150 meter di atas permukaan laut. Hingga kini, identitas serta jenis kelamin korban belum diketahui karena tulang belulangnya tidak lengkap.
Kapolres Pesawaran, AKBP Alvie Granito Pandhita, membenarkan kejadian tersebut.
“Iya benar, kami menerima laporan warga atas penemuan kerangka manusia yang tidak utuh,” ujarnya.
Polisi segera melakukan pemeriksaan di lokasi, memasang garis polisi, serta berkoordinasi dengan aparat desa dan Polisi Kehutanan. Proses evakuasi melibatkan Tim Inafis Polres Pesawaran, petugas Polsek Gedong Tataan, dan petugas kehutanan. Kerangka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diperiksa secara forensik serta dilakukan autopsi. Tujuannya untuk mengetahui siapa korban dan apa penyebab kematiannya.
Penyelidikan masih berjalan. Polisi berharap kaus berlogo tunas kelapa itu dapat menjadi petunjuk penting untuk melacak identitas korban. (Red)
Sumber : Kumparan News

























