Forkot, Teknologi — Laporan terbaru dari McKinsey Global Institute, dirilis 29 September 2026, memperkirakan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi akan mengubah dunia kerja secara besar-besaran di Amerika Serikat hingga tahun 2035.
Sekitar 36 juta pekerjaan atau 21% dari total tenaga kerja berpotensi berkurang kebutuhannya. Namun tidak semua pekerjaan akan hilang. Sekitar 25 juta pekerja tetap dapat bertahan, meski tugas dan cara kerjanya berubah. Sebanyak 11 juta orang perlu beralih ke profesi lain. Di sisi lain, teknologi ini juga diproyeksikan membuka lebih dari 40 juta lapangan kerja baru.
Berikut 10 bidang yang paling terdampak penurunan kebutuhan tenaga kerja:
- Kantor dan Administrasi: 38%
- Pertanian, Perikanan dan Kehutanan: 43%
- Teknologi dan Analisis Data: 22%
- Manufaktur dan Produksi: 25%
- Perdagangan Ritel dan Penjualan: 27%
- Bisnis dan Keuangan: 18%
- Layanan Makanan dan Minuman: 31%
- Seni, Media dan Hiburan: 13%
- Transportasi dan Logistik: 30%
- Instalasi dan Perbaikan: 15%
AI tidak selalu menggantikan manusia, melainkan mengambil alih tugas rutin. Manusia tetap dibutuhkan untuk mengambil keputusan dan memberikan penilaian.
Tantangannya, dari 11 juta pekerja yang harus pindah profesi, hampir separuhnya akan menghadapi jalur yang sulit — harus mempelajari keterampilan baru, pindah tempat tinggal, atau menerima gaji yang lebih rendah.
Para ahli menyarankan pekerja memperkuat kemampuan yang sulit digantikan mesin: pemecahan masalah, komunikasi, kerja sama, berpikir kritis, serta kemauan untuk terus belajar. (Red)


























