Forkot, Bandung — Sebanyak 1.294.655 jiwa atau 394.052 kepala keluarga di Jawa Barat terdampak kekeringan akibat kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino. Data ini dicatat hingga tanggal 13 Oktober 2026.
Kekeringan meluas ke 276 kecamatan yang tersebar di 840 desa dan kelurahan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama instansi terkait telah menyalurkan 38.695.275 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah terdampak.
Penyaluran air bersih terbanyak menuju Kabupaten Bekasi sebesar 15.869.275 liter, kemudian Kabupaten Bogor 7.615.000 liter, Ciamis 3.003.000 liter, Pangandaran 2.393.000 liter, Purwakarta 1.787.000 liter, dan Kota Tasikmalaya 1.404.000 liter.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menjelaskan bahwa wilayah Jawa Barat kini sedang beralih dari musim kemarau ke musim hujan. Berdasarkan pemantauan BMKG, hujan diperkirakan mulai turun pada minggu ketiga Oktober 2026, berawal dari wilayah selatan lalu menyebar ke tengah hingga utara. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada akhir tahun ini hingga awal tahun depan, dan prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti kondisi alam.
Teten mengingatkan warga untuk tetap waspada saat hujan mulai turun. “Tanah yang kering ibarat spons kering. Saat air masuk, tanah akan menyerapnya dulu. Namun kondisi tanah yang gembur di banyak tempat berisiko mengalami longsor,” ujarnya.
Warga diimbau tetap hemat penggunaan air bersih dan berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana atau dekat lereng bukit.
Sumber : IDN Times
Forkot, Bandung — Sebanyak 1.294.655 jiwa atau 394.052 kepala keluarga di Jawa Barat terdampak kekeringan akibat kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino. Data ini dicatat hingga tanggal 13 Oktober 2026.
Kekeringan meluas ke 276 kecamatan yang tersebar di 840 desa dan kelurahan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama instansi terkait telah menyalurkan 38.695.275 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah terdampak.
Penyaluran air bersih terbanyak menuju Kabupaten Bekasi sebesar 15.869.275 liter, kemudian Kabupaten Bogor 7.615.000 liter, Ciamis 3.003.000 liter, Pangandaran 2.393.000 liter, Purwakarta 1.787.000 liter, dan Kota Tasikmalaya 1.404.000 liter.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menjelaskan bahwa wilayah Jawa Barat kini sedang beralih dari musim kemarau ke musim hujan. Berdasarkan pemantauan BMKG, hujan diperkirakan mulai turun pada minggu ketiga Oktober 2026, berawal dari wilayah selatan lalu menyebar ke tengah hingga utara. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada akhir tahun ini hingga awal tahun depan, dan prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti kondisi alam.
Teten mengingatkan warga untuk tetap waspada saat hujan mulai turun. “Tanah yang kering ibarat spons kering. Saat air masuk, tanah akan menyerapnya dulu. Namun kondisi tanah yang gembur di banyak tempat berisiko mengalami longsor,” ujarnya.
Warga diimbau tetap hemat penggunaan air bersih dan berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana atau dekat lereng bukit.
Sumber : IDN Times


























