Forkot, Pandeglang — Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengadakan aksi gotong royong bersih-bersih sampah dalam rangka peringatan World Cleanup Day. Kegiatan berlangsung di Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, tepatnya di sepanjang jalan utama dan sekitar Jembatan Salaka Nagara, Selasa (13/10).
Aksi ini melibatkan beberapa elemen peserta dari jajaran dinas pemerintah, komunitas lingkungan, warga masyarakat, hingga pelajar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang, Rahmat Zultika, menjelaskan kegiatan ini mengikuti kalender resmi PBB dan arahan pemerintah pusat.
“World Cleanup Day adalah gerakan sedunia yang di Indonesia berlangsung dari 17 Agustus sampai 28 Oktober 2026. Ini pelaksanaan tahun kedua di Pandeglang, ke depan akan kami laksanakan lebih luas ke seluruh kecamatan,” ujarnya.
Kegiatan ini digabungkan dengan program Gerakan Indonesia Asri serta kebiasaan rutin “Selasa Bersih”. Rahmat mengajak para pelajar jadi pelopor kebersihan di sekolah dan tempat tinggal. Camat, lurah, dan kepala desa diminta terus mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan.
Warga yang ingin sampahnya diangkut rutin diminta mendaftar sebagai wajib retribusi. Petugas akan menjemput sampah terdaftar 1–2 kali seminggu.
“Kami imbau warga tidak buang sampah sembarangan. Daftar jadi wajib retribusi agar sampah dijemput berkala. Jika ada pertanyaan soal tempat pembuangan resmi, silakan hubungi DLH,” tegas Rahmat Zultika.
Kesadaran warga menjaga kebersihan jalan dan lingkungan disebut kunci utama daerah bersih dan sehat. (Red)


























