Forkot, Lampung — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, pada Minggu (18/10).
Penanganan didukung 350 personel gabungan, termasuk 200 orang tambahan dari TNI, serta 15 unit alat pemadam dari BNPB. Pemadaman lewat udara terhambat karena pepohonan sangat rapat, sehingga air sulit mencapai permukaan tanah.
Operasi Modifikasi Cuaca berlangsung 11–18 Oktober 2026 dengan 9 kali penerbangan. Sebanyak 3.000 kg garam dan 4.800 kg es kering disebarkan, namun angin membawa hujan turun di Metro dan Natar, bukan di Way Kambas.
Jihan Nurlela menyampaikan:
“Kami meminta BPBD Lampung mendata seluruh personel dan peralatan yang siap digunakan di setiap kabupaten/kota. Pendataan ini diperlukan untuk mengetahui kapasitas penanganan Karhutla secara menyeluruh, dan memastikan dukungan dapat dikerahkan sesuai kebutuhan, tidak hanya terfokus pada kawasan TNWK Lampung Timur.”
Ia juga mengarahkan pemetaan kemampuan penanganan berdasarkan skala kebakaran, dari kecil hingga besar.
Titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi sudah turun dari 11 menjadi tidak ada, namun titik api tingkat sedang masih terpantau.
“Informasi mengenai titik api dan polusi asap yang beredar di media sosial, untuk segera diverifikasi melalui pengecekan kondisi terkini di lapangan. Langkah ini penting, untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat, dan mencegah kesalahpahaman akibat foto atau kabar lama yang kembali beredar,” tegasnya.
Pemprov Lampung terus memperkuat kesiapan agar kebakaran cepat tertangani dan tidak meluas. (Red)


























