Forkot, Pandeglang — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Provinsi Banten pada Selasa 6 Oktober kemarin, Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Pandeglang menggelar aksi refleksi bertajuk “26 Tahun Banten: Bergerak ke Mana, Berdampak untuk Siapa?”. Kegiatan ini bukan sekadar kritik, melainkan bentuk tanggung jawab mahasiswa mengawal pembangunan agar benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Forum BEM menyampaikan tiga hal utama yang mendesak ditangani Pemerintah Provinsi Banten.
Pertama, soal pendidikan. Tercatat ada 2.043 ruang kelas yang rusak dan butuh perbaikan segera. Di samping itu, tercatat 18.823 anak di Pandeglang putus sekolah. Mahasiswa meminta Pemprov memperluas akses pendidikan dan menindaklanjuti masalah ini dengan serius.
Kedua, masalah infrastruktur. Sebanyak 250 kilometer jalan kabupaten rusak, ditambah 26 kilometer jalan provinsi yang mulai memburuk. Kualitas pembangunan Jalan Bang Andra juga dipertanyakan, diduga tidak sesuai rencana. Belum selesai pula penanganan 67.632 Rumah Tidak Layak Huni serta krisis kekeringan yang melanda 150 desa di 20 kecamatan.
Ketiga, tata kelola anggaran. Forum BEM meminta data APBD dan realisasinya dibuka luas agar dapat dipantau publik. Mereka menyoroti anggaran tenaga ahli sebesar Rp55,47 miliar dan biaya makan-minum sebesar Rp110 miliar yang dinilai kurang tepat sasaran. Dana tersebut sebaiknya dialihkan untuk kebutuhan mendesak rakyat.
Ketua Forum, Mulki, menegaskan peringatan HUT bukan sekadar pesta seremonial. “Pembangunan tidak boleh hanya bagus di atas kertas. Kami ingin sekolah yang aman, jalan yang mulus, rumah yang layak, air bersih, serta uang rakyat dikelola jujur dan transparan,” ujarnya. (Red)


























