Forkot, Kuningan — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dinyatakan berhasil dipadamkan. Hingga Sabtu, 24 Oktober 2026, tidak ada lagi titik api yang terpantau di lokasi kejadian.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan kabar tersebut di Bandung. “Sudah selesai. Hari ini nol titik api,” ujarnya. Pemadaman dilakukan dengan mengerahkan helikopter untuk pengeboman air serta ratusan personel gabungan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 30 hektare.
Meski api sudah padam, petugas belum menghentikan tugas. Lebih dari 300 personel tetap melakukan penyisiran dan pendinginan di tiga blok kawasan, yaitu Blok Bintangot, Karang Dinding, dan Bukit Seribu Bintang. Langkah ini dilakukan karena kepulan asap tipis masih terlihat di beberapa tempat. Bara yang tersimpan di dalam tanah atau sisa pembakaran berpotensi memicu api kembali jika dibiarkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu, menjelaskan bahwa pemantauan satelit pada pukul 18.30 WIB Sabtu tidak lagi menemukan titik panas. Namun, tim harus memastikan seluruh area benar-benar dingin dan aman.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga merencanakan upaya modifikasi cuaca agar turun hujan. Hujan diharapkan membantu mendinginkan lahan sekaligus mencegah kebakaran muncul kembali.
Karhutla di Gunung Ciremai bermula sejak Rabu, 21 Oktober 2026. Api sempat merambat hingga ke wilayah Kabupaten Majalengka karena angin kencang. Kini, setelah dinyatakan padam, fokus utama adalah menjaga agar api tidak kembali menyala hingga seluruh kawasan benar-benar aman. (Red)


























